Ali Imran ayat 190

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

HR Ahmad, Tirmidzi dan Nu’aim bin Hammad

Akan muncul dari Khurasan bendera-bendera hitam, maka tidak ada satu pun yang bisa mencegahnya, sehingga bendera-bendera itu ditancapkan di Eliya (Al Quds).

Al Baqarah ayat 186

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, Maka (jawablah), bahwasanya aku adalah dekat. aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Al Insyirah ayat 5 - 8

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

As Syams ayat 8-10

Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Al Baqarah ayat 261

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap butir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki...

Selasa, 05 Juli 2011

Konfigurasi DNS Server pada Debian Lenny


Domain Name System (DNS) adalah metode untuk mengkonversikan IP Address (numerik) menjadi domain (alphabetic), atau sebaliknya, sehingga memudahkan kita dalam mengingat alamat tersebut.


Misalnya, kita connect internet lalu masuk ke cmd dan mengetik perintah “ping www.facebook.com”. Maka akan muncul suatu alamat IP. Nah itulah IP address facebook yang sesungguhnya, sedang facebook.com adalah nama domainnya. Kita juga bisa masuk ke facebook menggunakan IP tadi. Tapi karena wujudnya yang numeric, kita agak sulit menghafalnya. Maka dibuatlah DNS.

Nah... Bagaimana cara men setting DNS pada Debian, berikut langkah-langkahnya:

1. Pada Debian, paket yang kita gunakan adalah bind9 (Berkeley Internet Name Domain 9). Cara instalasinya seperti biasa, kita ketik perintah apt-get install lalu paket yang akan diinstall. Seperti ini "apt-get install bind9".

2. Lalu kita masuk ke foldernya bind dengan mengetik "cd /etc/bind" lalu kita lihat file apa saja yang ada di direktori bind dengan perintah "ls". Lalu kita ubah file named.conf.local dengan perintah "nano /named.conf.local". Ttidak perlu memakai /etc/bind terlebih dahulu juga tidak masalah karena kita sudah masuk di direktori bind. Selanjutnya pada baris terakhir named.conf.local kita tambah script seperti dibawah ini lalu di save.

zone "smkn7smg.sch.id" {
type master;
file "/var/cache/bind/db.smkn7smg";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
type master;
file "/var/cache/bind/db.192";
};

Perhatikan script tersebut, smkn7smg.sch.id adalah domain yang nanti akan kita gunakan. Sedang /var/cache/bind/db.smkn7smg adalah letak file forward yang nanti akan kita buat. Dan /var/cache/bind/db.192 adalah file reserve yang nanti juga akan kita buat. Jika kita teliti, ada yang aneh pada IP nya. Memang, dalam settingannya IP harus dibalik. Sebagai contoh IP kita adalah 192.168.1.2 maka digit terakhir kita hilangkan lalu kita balik menjadi 1.168.192 atau sebenarnya langsung tulis 192 juga tidak masalah.

3. Kita buat file forward yang fungsinya untuk mengkonversi dari DNS ke IP Address. Karena daripada lama mengetik, kita langsung copy dan edit saja file default bernama db.local atau db.127 (pilih saja, terserah) lalu kita edit. Cara mencopy nya dengan perintah "cp(spasi)namafileyangdicoy(spasi)namafilehasilcopy" sehingga menjadi "cp db.local db.smkn7smg". Nama harus disesuaikan dengan script yang ditulis pada file named.conf..local. Setelah itu kita edit dengan perintah "nano /db.smkn7smg".
Perlu diperhatikan, pada settingan file forward dan reserve setiap akhir domain ditambah titik ( . ) sedang IP tidak.


Tampilan default seperti diatas. Lalu kita edit menjadi:


4.. Kita buat file reserve untuk mengkonversi IP Address ke DNS. Misalnya jika kita mengetikan 192.168.1.2 di url browser maka akan redirect ke alamat www.smkn7smg.sch.id secara otomatis. Ketikkan perintah "cp db.local db.192" untuk mencopy dan "nano /db.192" untuk mengedit. Lalu edit menjadi seperti ini:


5. Langkah terakhir adalah edit file resolv.conf dengan mengetik "nano /etc/resolv.conf".
Sesuaikan sehingga menjadi seperti ini:
search smkn7smg.sch.id <--domain
nameserver 192.168.1.2 <--ip address server


Lalu restart paket dns dengan perintah "/etc/init.d/bind9 restart". Jika gagal, periksa kembali script nya karena mungkin terjadi salah tulis.
Untuk pengujian bisa ketikkan perintah nslookup atau dig. Contohnya: "nslookup smkn7smg.sch.id", "dig smkn7smg.sch.id", dan sebagainya. Atau juga bisa dengan perintah ping dari client semisal lewat cmd lalu ketik "ping smkn7smg.sch.id".

Senin, 04 Juli 2011

Konfigurasi DHCP pada Debian Lenny


Dynamic Host Configuration Protocol (DCHP), digunakan untuk melayani request IP Address dari client. Fungsinya agar kita tidak mengkonfigurasi IP secara manual pada computer client. Client akan meminta IP Address pada server, kemudian server akan memberikan alokasi ip yang tersisa dan akan disetting secara otomatis dengan syarat settingan IP client harus obtain.
Nah kali ini, kita akan belajar cara mengkonfigurasi/memasang DHCP pada Debian 5 Lenny.
1. Kita harus menginstall paket DHCP Server pada Debian yang bernama "dhcp3-server".
Ketikkan perintah "apt-get install dhcp3-server" (tanpa tanda kutip). Maka akan muncul tulisan seperti ini:
Generating /etc/default/dhcp3-server...
Starting DHCP server: dhcpd3check syslog for diagnostics. failed! failed!
invoke-rc.d: initscript dhcp3-server, action "start" failed.

Memang setiap kali installasi dhcp server, akan muncul pesan failed karena settingan IP Address kita memang tidak sesuai dengan Ip Address pada file konfigurasi default dhcp3-server yang baru kita install.

2. Nah... Langkah kedua, kita sesuaikan konfigurasinya dengan mengubah konfigurasi default dhcp3-server. Kita langsung masuk saja ke file konfigurasi dhcp3-server yang bernama dhcpd.conf. Caranya, ketik : "nano /etc/dhcp3/dhcpd.conf ". Lalu cari tulisan seperti dibawah ini:
# A slightly different configuration for an internal subnet
# subnet 10.5.5.0 netmask 255.255.255.244 {
# range 10.5.5.26 10.5.5.30;
# option domain-name-servers ns1.internal.example.org;
# option domain-name "internal.example.org";
# option routers 10.5.5.1;
# option broadcast-address 10.5.5.31;
# default-lease-time 600;
# max-lease-time 7200;
#}
Hilangkan semua tanda pagar dan ganti sesuaikan dengan settingan interface yang sudah kita bahas pada artikel sebelumnya. Nantinya akan menjadi seperti ini:
# A slightly different configuration for an internal subnet.
subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.3 192.168.1.254;
option domain-name-servers 192.168.1.2;
option domain-name "smkn7smg.sch.id";
option routers 192.168.1.1;
option broadcast-address 192.168.1.255;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}
Save dengan cara Ctrl + X laluY, tekan Enter. Tanda p agar pada tulisan "A slightly ..." jangan dihapus karena itu merupakan sebuah comment. Subnet selalu diakhiri dengan angka 0 (nol). Netmask kita sesuaikan kebutuhan saja. Disini range diisi dengan IP 192.168.1.3 sampai 192.168.1.254 berarti IP yang nanti diberikan kepada client adalah IP tersebut. Sedang option domain-name-servers diisi dengan IP Address kita (server) sesuai settingan interface. Dan option domain-name diisi dengan alamat/domain yang nanti akan dipakai.
3. Tentukan interface mana yang akan digunakan untuk melayani dhcp server. Pilih ethernet sesuai IP Address yang tadi kita setting pada interface.
# On what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP requests?
# Separate multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".
INTERFACES=""
Karena pada tutorial ini menggunakan eth0 maka nantinya menjadi seperti ini:
# On what interfaces should the DHCP server (dhcpd) serve DHCP requests?
# Separate multiple interfaces with spaces, e.g. "eth0 eth1".
INTERFACES="eth0"
4. Setelah di sava. Langkah terakhir adalah me-restart dhcp3-server dengan perintah "etc/init.d/dhcp3-server restart".

Nah setelah semua langkah dilakukan dengan benar, kita bisa mengecek pada pc client. Ingat dengan syarat setting dulu mode penentuan ip addressnya. Yaitu dengan memilih pilihan "Obtain ip automatically".

muhammadtaufik.com

Setting Interface Lenny


Sebelum kita belajar lebih jauh, kita harus mengecek dahulu konfigurasi IP Address Server, benar ataukah ada kesalahan. Atau jika ada settingan yang ingin kita ubah, semisal ingin mengubah IP server atau ETH yang kita pakai. Berikut caranya:

1. Ubah settingannya yang terletak di "/etc/network/interfaces. Caranya dengan mengetik perintah "nano /etc/network/interfaces". Maka akan muncul script seperti dibawah:
Alternative auto
allow-hotplug eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
network 192.168.1.0
broadcast 192.168.1.255
gateway 192.168.1.1
dns-nameservers 192.168.1.1
dns-search smkn7smg.sch.id
Simpan dengan menekan Ctrl + X laluY, dan tekan Enter.
2. Kemudian restart networkingnya dengan perintah "/etc/init.d/networking restart".
Tulisan eth0 menunjukkan kita sedang mengkonfigurasi ethernet 0 (eth0).
Tapi perlu kita perhatikan, jika kita mengubah settingan pada dns-search, maka kita perlu mereboot debian. Bukan hanya restart paketnya saja. Jika tidak, kadang akan berpengaruh pada setting DNS dan masalah ini sering terjadi di lapangan.
muhammadtaufik.com

Debian Sebagai Server


Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.

Kegunaan server sangat banyak, misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data. Debian dikenal karena pilihannya yang beragam.Fitur yang menonjol dari Debian adalah APT sistem pengaturan paket, repositori dengan jumlah paket yang banyak, kebijakan paket yang ketat, dan kualitas rilis yang terjaga. Praktik ini memungkinkan pemutakhiran yang sederhana antar rilis, begitupun untuk penghapusan paket.

Standar instalasi Debian menggunakan GNOME desktop environment. Termasuk di dalamnya program OpenOffice.org, Iceweasel, Evolution, program penulisan CD/DVD, player musik dan video, penyunting, PDF viewer. Selain itu terdapat juga CD dengan program KDE, Xfce dan LXDE.

CD sisanya, yang terbagi dalam 5 DVD atau 30 CD, memuat paket yang tersedia dan tidak dibutuhkan untuk instalasi standar. Metode instalasi lainnya adalah menggunakan CD net install yang ukurannya lebih kecil daripada CD/DVD instalasi normal. Di dalamnya memuat paket minimum untuk memulai instalasi dan mengunduh paket yang dipilih saat instalasi menggunakan APT. CD/DVD tersebut dapat dengan bebas di internet.

Sampai sekatang, Debian telah mengeluarkan sebelas rilis stabil utama.

Sumber : Wikipedia.org

Apa itu Server? ...


Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan layanan (service) tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan prosesor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan (network operating system). Server juga menjalankan perangkat lunak administratif yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya yang terdapat di dalamnya, seperti halnya berkas atau alat pencetak (printer), dan memberikan akses kepada workstation anggota jaringan.

Umumnya, di dalam sistem operasi server terdapat berbagai macam layanan yang menggunakan arsitektur client/server. Contoh dari layanan ini adalah
DHCP server
Web Server
Mail server
HTTP server
FTP server
DNS server
dan lain sebagainya.

Setiap sistem operasi server umumnya membundel layanan-layanan tersebut, meskipun pihak ketiga dapat pula membuat layanan tersendiri. Setiap layanan tersebut akan merespon request dari client. Sebagai contoh, client DHCP akan memberikan request kepada server yang menjalankan layanan DHCP server; ketika sebuah client membutuhkan alamat IP, client akan memberikan request kepada server, dengan bahasa yang dipahami oleh DHCP server, yaitu protokol DHCP itu sendiri.

Contoh sistem operasi server adalah Windows NT 3.51, dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 Server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix, dan GNU/Linux.

Server biasanya terhubung dengan client dengan kabel UTP dan sebuah Network Card. Kartu jaringan ini biasanya berupa kartu PCI atau ISA. Dilihat dari fungsinya, server bisa di kategorikan dalam beberapa jenis, seperti: server aplikasi (application server), server data (data server) maupun server proxy (proxy server). Server aplikasi adalah server yang digunakan untuk menyimpan berbagai macam aplikasi yang dapat diakses oleh client, server data sendiri digunakan untuk menyimpan data baik yang digunakan client secara langsung maupun data yang diproses oleh server aplikasi. Server proxy berfungsi untuk mengatur lalu lintas di jaringan melalui pengaturan proxy. Orang awam lebih mengenal proxy server untuk mengkoneksikan komputer client ke Internet.

sumber : wikipedia.org

Jumat, 18 Maret 2011

Script Koneksi



Singkat kisah, Script koneksi dibuat untuk menghubungkan antara PHP dengan MySqL. Untuk melakukannya diperlukan script. Berikut ini script dan penjelasannya...





<?
$host = "localhost";
$username = "root";
$password = "mtaufyx";
$database = "coba";
mysql_connect ("$host", "$username", "$password") or die ("SERVER TIDAK CONNECT!");
mysql_select_db ("$database") or die ("DATABASE TIDAK CONNECT");
?>


Minimal ada 4 hal yang harus diisikan di script koneksi agar PHP dapat connect dengan MySqL.

Perintah "mysql_connect" dipakai untuk menghubungkan ke server. Disini harus mengisikan nama host, username, dan password. Host diisi dengan nama localhost, tetapi jika ingin meng-online-kannya tentu harus diubah namanya seperti "sql1301byethost.com" atau yang lainnya sesuai penyedia jasa hosting.

Untuk username, jika belum anda ubah defaultnya adalah "root", sedang password defaultnya kosong jika belum anda ubah, tetapi jika telah diubah ya tinggal diganti aja.

Sedang perintah "mysql_select_db" adalah untuk mengkoneksikan database yang akan diambil melalui server. Disini contoh database yang dipakai bernama "coba".

Perlu diketahui, $host, $username, $password, $database adalah variable yang berisi nama host, username, password dan database yang nanti akan dikoneksikan
.
Sedang perintah "OR DIE"; dipakai sebagai indikasi jika tidak connect maka akan muncul tulisan "SERVER TIDAK CONNECT!" untuk koneksi server dan "DATABASE TIDAK CONNECT"; untuk koneksi database. Bisa disesuaikan sendiri.
Happy Coding ...
muhammadtaufik.com

Sabtu, 05 Maret 2011

Kenalan dengan PHPmyAdmin



PHPmyAdmin adalah aplikasi web yang berfungsi mengatur database secara GUI. Sebagai pengetahuan saja, ada 2 jalan yang bisa dilalui dalam pengaturan database, yaitu lewat CMD dan lewat PHPmyAdmin yang diakses lewat browser.
Tapi kali ini kita hanya akan mempelajari yang lewat PHPmyAdmin aja ya. Biar gak repot. Ayo langsung menuju ke TKP…
Untuk menuju ke PHPmyAdmin, silahkan buka browser anda lalu kertikkan di bagian url “localhost/phpmyadmin”. Jika belum diatur psswordnya biasanya akan langsung login ke phpmyadmin, atau ketik username dan password terlebih dahulu.



















Tara… Dan inilah tampilan PHPmyAdmin.Dibagian atas terdapat menu-menu. Disebelah kiri terdapat nama-nama database yang pernah dibuat, dan dibawah menu terdapat beberapa pilihan seperti create database dan lainnya.



















Selanjutnya silahkan dianalisis sendiri ya. Happy Coding

Selasa, 01 Maret 2011

Instalasi Xampp dan Appserv


Sebenernya kita dapat menginstall dan mengkonfigurasikannya satu persatu cuy, tapi daripada repot – repot mendingan langsung cari paketnya aja, yang paling enggak udah berisi PHP dan MySql. Contohnya kayak Xammp, Appserv, Wammp, Apachetriad, EasyPhp, dan kawan – kawannya. Tapi yang menurut aku paling enak ya tetep aja Xammp sama Appserv.
Sebelum diinstall ya harus punya installernya dulu, nah bias didownload lewat link ini:


Download Xammp 1.7.4
Download Appserv 2.9.10
Oke. Ayo kita going. Karena aku malez ngetik, jadi tak kasih video aja ya! … Hehehe. Nih…




Instalasi Xammp





Instalasi Appserv


Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites